Tantangan dan Solusi dalam Menerapkan Kearifan Lokal untuk Rehabilitasi Lingkungan
Main Article Content
Abstract
Penelitian mengenai penerapan kearifan lokal dalam upaya rehabilitasi erosi sungai telah dilakukan di Kecamatan Kenegerian Rumbio, Kabupaten Kampar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai langkah rehabilitasi erosi sungai, menganalisis faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam proses rehabilitasi, serta mengevaluasi upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa temuan utama Rehabilitasi erosi sungai yang dilakukan oleh masyarakat telah menunjukkan hasil yang baik, berkat praktik yang diwariskan secara turun-temurun.Terdapat empat faktor penghambat utama dalam rehabilitasi, yaitu pembuangan sampah rumah tangga ke sungai, minimnya penggunaan tanaman penahan tebing sungai, aktivitas penambangan, dan pembukaan lahan di sekitar bantaran sungai. Untuk mengatasi hambatan ini, dua pendekatan utama telah diterapkan, yakni metode vegetatif (penggunaan tanaman untuk menahan erosi) dan teknik rekayasa sipil.
Article Details
Section
References
Asari, A., Saputra, R. A. V. W., Indriyati, R., Purwanti, A., Sulistian, I., Rahman, R., ... & Mitrin, A. (2023). Jurnalistik. Mafy Media Literasi Indonesia.
al R. (1994). Erosi tanah oleh angin dan air: Masalah dan prospek. Dalam: Lal,R. (Ed), Metode Penelitian Erosi Tanah. Florida (KITA): Tanah Dan Masyarakat Konservasi Air.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2019) Kecamatan Bandar Kedung Mulyo dalam Angka 2019
Elviriadi. (2006). Kearifan Tradisional Masyarakat Kampar Provinsi Riau Dalam Memelihara Lingkungan Hidup. Tesis Magister Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Riau. Pekanbaru.
Fairana, A., Ramadani, I., & Saputra, R. A. V. W. (2024). Pemenuhan Kebutuhan dan Komunikasi Organisasi dalam Menangani Konflik di Budiman Swalayan. LITERAKOM: Jurnal Literasi dan Komunikasi, 2(1), 37-49.
Gunawan, I. Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktek. PT. Bumi Aksara. Jakarta.
Irawan,T. dan Slamet Budi Y. (2016). Infiltrasi pada berbagai tegakan hutan di arboretum Universitas Lampung. Jurnal Sylva Lestari Vol. 4 No.3, Juli 2016 (2134)
Lee Ming Hsi, Lin Huan-Hsuan. (2015). Evaluasi indeks erosivitas curah hujan tahunan berdasarkan data curah hujan harian, bulanan, dan tahunan jaringan stasiun curah hujan di Taiwan Selatan. Jurnal Internasional Jaringan Sensor Terdistribusi S2015: 1-15.doi: 10.1155/2015/214708.
Mitchell, B., Setiawan, B., & Rahmi, H.D. (2000). Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan. Gajah Mada Unipersity Press, Yogyakarta.
Saam, Z. (2008). Rimbo Larangan Kearifan Lokal Masyarakat Kuantan Singingi Dalam Memelihara Lingkungan. Prosiding Seminar Seminar Lingkungan di Universitttas Pakuan Bogor.
Saputra, R. A. V. W. (2023). HALAL TOURISM SEBAGAI WAHANA EDUKASI DAN KOMUNIKASI LINGKUNGAN. Al-Muaddib: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman, 8(1), 39-48.
Saputra, R. A. V. W. (2023). Maintaining Plurality Through the Preservation of the Siulak Kerinci Tradition. Riwayat: Educational Journal of History and Humanities, 6(2), 283-290.
Saputra, R. A. V. W. (2024). The role of the social media platform pinterest as a creative media reference for generation Z students. English Learning Innovation (englie), 5(2), 207-222.
Sittadewi, H,E. (2008). Identifikasi Vegetasi di Koridor Sungai Siak dan Peranannya Dalam Penerapan Metode Bioengineering. Sains dan Teknologi Indonesia. 10 (2) : 112-118.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1997. Tentang Lingkungan Hidup.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Detail s/38771/uu-no-32-tahun-2009
Undang- Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2004 Tentang Program Pengawetan Udara.
Yanizon, A., & Tamama Rofiqah. (2018). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mewujudkan Lingkungan Hijau (Green Land) Melalui Penanaman 1000 Pohon Di Kavling Melati RW 06 Kelurahan Sungai Pelunggut. Pikiran Baru, Volume 2, No. 2 Desember 2018